Sejarah Warung Kopi, Coffee Cafe yang Selalu Tumbuh Dan Mempengaruhi Budaya

kopikirapa | Sejarah warung kopi tidak pernah berubah dulu. Jika kita masuk warung kopi hari ini, kita akan menemukan berbagai kesibukan orang didalamnya. Main catur, membaca koran, browsing media sosial, ngobrol dengan teman hingga pembicaraan politi dan dagang. Sepanjang sejarah warung kopi, kegiatan diatas adalah cara orang menghabiskan waktu di warung kopi.Caranya sama namun metodenya berbeda.

Seringkali orang-orang mendapatkan berita dari warung kopi. Orang-orang seringkali menggunakan warung kopi untuk mendapatkan informasi, bertukar ide, mendengarkan cerita dan mengunjungi teman. Di daerah asal saya, Aceh, warung kopi adalah tempat untuk membicarakan segala sesuatu. Dari mulai berdagang, bergosip, berpolitik hingga sekedar melepas lelah. Dengan hanya membayar kurang dari Rp. 10.000 anda bisa duduk seharian, bila sanggup, di warung kopi.

Baca Juga : Hutan Indonesia ada Pada Titik Kritis

Sejarah warung kopi berasal dari Timur Tengah dan mulai dikenal diseluruh dunia setelah populer di Inggris dan Amerika. Dalam penglihatan saya, kedai kopi selalu berfungsi untuk saling bertukar ide dan menjalankan bisnis, menjadi tempat untuk mencari informasi yang berkembang dan banyak lagi. Satu-satunya yang berbeda adalah, saya mencari seluruh informasi tersebut didepan komputer dengan ditemani oleh secangkir Fine Robusta dari kebun sendiri.

Warung Kopi Berasal Dari Timur Tengah pada tahun 1500-an

Warung kopi berasal dari Timur Tengah, tempat dimana kopi pertama kali ditanam. Berbagai dokument menunjukkan bahwa warung kopi pertama berada di Mekkah pada awal 1500 atau 1400-an. Tidak diketahui warung siapa yang duluan buka namun para Imam pernah melakukan larangan ke warung kopi dan mengkonkumsi kopi pada tahun 1512 hingga 1524. Alasannya karena watung kopi kerap kali dijadikan pertemuan politik yang berusaha mengganggu jalannya pemerintahan pada saat itu. Dalam sejarah warung kopi dijadikan tempat pertemuan politik.

Dari Mekkah, Warung Kopi menyebar ke :

Vienna pada 1529 — dimana pemanis mulai dicampur dalam kopi
Damascus pada 1534
Constantinomple pada 1555

Dari tulisan-tulisan Jean Chardin, seorang musafir Perancis di abad ke-17, disebutkan tentang warung kopi dan merupakan dokument eropa pertama yang menyebutkan tentang watung kopi ini. Mereka menggambarkan warung kopi sebagai tempat untuk berita, kritik politik, permainan, bercerita dan berkhotbah. Jean Chardin menggambarkan warung kopi sebagai tempat yang sibuk, di mana semua hal terjadi sekaligus.

Warung Kopi Datang ke Inggris pada tahun 1600-an

Abad ke-17 adalah masa keemasan kuliner Inggris. Teh, coklat, dan kopi diperkenalkan ke Inggris pada tahun 1600-an. Warung kopi pertama dibuka di Inggris pada 1652, dan pada tahun 1700 terdapat kurang lebih 551 warung kopi di Inggris. Satu hal, warung kopi dengan cepat menjadi tempat populer untuk melakukan bisnis dan menjadi budaya dari masyarakat Inggris.

Sebagian alasan warung kopi menjadi begitu populer adalah karena mereka mempromosikan kenyaman. pada masa itu, dengan alasan kebersihan orang jarang sekali minum air putih sehingga mereka akan minum bir atau bir dengan kadar alkohol yang rendah. Kopi dan teh menjadi pilihan karena berasal dari air yang direbus sehingga membunuh bakteri dan tidak membuat orang mabuk.

Pada masa itu, mendirikan warung kopi sangat menguntungkan bagi bisnis. Warung minuman lain selain kopi selalu dikenal sebagai tempat untuk minum-minum dan berjudi. Namun Warung kopi adalah tempat terhormat di mana para lelaki melakukan urusan sehari-hari mereka. Untuk satu sen, seorang pria bisa mendapatkan izin masuk ke kedai kopi dan tinggal selama dia suka – tidak ada kewajiban untuk membeli apa pun. Dari sinilah muncul istilah “universitas sen.”

Pada masa itu. perempuan tidak diizinkan berada di warung kopi kecuali mereka adalah pemilik atau bekerja di dalamnya. Beberapa wanita kemudian mengambil pengecualian pada kebiasaan ini dan menerbitkan sebuah petisi, “Petisi Wanita Menentang Kopi,”, “…. Penggunaan yang berlebihan dari Minuman Keras Baru Abominable, Heathenish Liquor yang disebut KOPI.”

Warisan Yang Tersisa Saat Ini

Saat ini, warung kopi memiliki fungsi yang sama dengan berabad-abad lalu: orang pergi ke warung kopi untuk mendapatkan berita, bekerja, membaca dan berbicara dengan teman-teman.

Warung kopi Inggris, bagaimanapun, telah meninggalkan warisan lain. Ketika mereka menjadi pusat perdagangan, beberapa kedai kopi menjadi sangat menonjol dan terspesialisasi. Para teolog dan cendekiawan akan berkumpul di situ, pialang saham di yang lain dan pedagang penjelajah laut di yang lain. Beberapa kedai kopi terkenal dari tahun 1600-an meliputi:

  • Warung Kopi Edward Lloyd di Tower Street di London, yang merupakan tempat berkumpulnya pelaut dan agen asuransi dan menjadi Lloyd’s of London, sebuah perusahaan asuransi yang masih beroperasi hingga hari ini.
  • Warung Kopi Jonathan di London, yang merupakan tempat awal mula dari London Stock Exchange
  • Warung Kopi Tontine di New York, yang merupakan tempat awal mula Bursa Efek New York

Warung Kopi telah berfungsi sebagai forum publik yang memiliki warisan abadi. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang sejarah kopi dan bagaimana kopi membentuk dunia kita, pastikan untuk mengikuti kami di Facebook.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top